KOMUNITAS PEDULI PEMILU DAN DEMOKRASI KPU SULSEL RUMUSKAN STRATEGI PENINGKATAN PARTISIPASI PEMILIH

Makassar, sulsel.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Kursus Pemilu Berkelanjutan Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi KPU Provinsi Sulawesi Selatan Hari Rabu (12/10) di Aula KPU ProvSulSel.

Pada laporannya, Komisioner Divisi Sosialisasi dan Parmas KPU Prov. SulSel Faisal Amir mengatakan Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi KPU Provinsi Sulawesi Selatan adalah anak kandung dari KPU Prov. SulSel karena lahir dari rahim KPU Prov. SulSel, dan saya bangga kepada adek adek karena mempunyai semangat yang tinggi dalam peduli pemilu dan demokrasi, saya berharap kursus kepemiluan berjalan dengan lancar dan melahirkan inovasi dan strategi dalam meningkatkan partisipasi pemilih pada pilkada serentak tahun 2018."Ungkap Faisal

Dalam materinya Komisioner Divisi Sosialisasi KPU Republik Indonesia Wahyu Setiawan, S.IP M.Si mengatakan Dunia itu berubah karena adanya orang orang gila, dunia juga berubah karena orang2nya. Saat ini Pemilu dan Pilkada diliputi oleh apatisme, kondisi kepemiluan saat ini sangat buruk karena di susupi dengan salah satunya Politik uang, Politik uang adalah perusak demokrasi atau sesuatu yang anti demokrasi. Olehnya itu, mengapa saya mengatakan anda orang yang gila. Karena tugas anda melebihi  dari batas kemampuan anda sendiri yang mampu anda laksanakan demi mensukseskan perhelatan demokrasi di Sulawesi Selatan."Ungkap Wahyu

Mulyadi Prayitno dalam materinya mengatakan peningkatan Partisipasi Pemilih di perhelatan Pemilihan Kepala Daerah Serentak di Sulawesi Selatan ini adalah tantangan bagi penyelenggara dalam hal ini adalah KPU Prov. SulSel. Olehnya itu, hadirnya Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi KPU Provinsi Sulawesi Selatan adalah untuk membantu tugas tugas KPU Prov. SulSel dalam hal Peningkatan Partisipasi Pemilih, ditempat ini kita akan menginventarisir masalah terkait partisipasi pemilih untuk dirumuskan solusinya dalam mengantisipasi permasalahan."ungkap Pak Mul sapaannya.

Lanjut dalam materinya Abdul Karim mengatakan persoalan partisipasi pemilih adalah persoalan yang selalu timbul di setiap pemilihan kepala daerah ataupun pemilihan umum. Olehnya itu, komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi sebagai motor sosialisasi KPU Prov. SulSel dianggap penting untuk mencari solusi permasalahan tersebut, sebab itu di tempat ini mari kita bersama sama merumuskan strategi untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada Tahun 2018 dan Pemilu Tahun 2019."ungkap Bang Karim sapaannya.

Setelah melakukan diskusi selama tiga hari Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi menetapkan program kerja dalam peningkatan partisipasi pemilih yang langsung akan diimplementasikan di masyarakat guna meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada Serentak Tahun 2018 dan Pemilu Tahun 2019.(MHS)